3 Hari 2 Malam

Mengulik Rahasia Alam 3D2N

Fivestar Rating: 
4
Average: 4 (1 vote)

Oleh Danan Wahyu

Hari 1

Kerinci memang tidak asing di kalangan para pendaki. Gunung api tertinggi di Indonesia dengan julukan atap Sumatra. Bayangkan dari ketinggian 2.732 meter dpl kamu bisa melihat ujung selatan pulau Sumatra. Tapi apakah ada hal yang menarik selain gunung tertinggi dan Danau Gunung Tujuh?

Simak perjalanan saya mengulik sisi lain Kerinci yang konon disebut orang sebagai sekepal tanah surga yang jatuh ke di bumi.

Dahulu untuk mencapi Kerinci, kabupaten yang dikenal sebagai penghasil kayu manis terbesar di nusantara ini, orang harus melalui perjalanan darat dari kota Jambi selama 8 jam atau 6 jam dari kota Padang. Namun sekarang sudah ada penerbangan dari kota Jambi ke Sungai penuh. Jadi waktu perjalanan darat dapat dipangkas. Tapi dengan alasan dengan memangkas menghemat , saya memulai perjalanan dari kota Padang.

Setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau saya langsung menumpang travel menuju Kerinci. Karena menggunakan pesawat pagi, jelang siang saya sudah sampai di Kerinci. Sebelum sampai kota saya singgah sejenak singgah ke Air Terjun Teluh Berasap untuk makan siang dan beristirahat.

Air terjun ini memiliki keunikan lengkung pelangi yang timbul akibat pembiasan sinar matahari yang melewati butiran air yang jatuh. Airnya berasal dari pelimpahan Danau Gunung Tujuh, merupakan danau vulkanik tertinggi di Asia Tenggara. Karena sudah sore saya memutuskan untuk menginap di Kayu Aru yang merupakan perkebunan teh terbaik terluas di dunia. Tahukah kamu bahwa Ratu Belanda, Betrix  hanya mau minum teh yang berasal dari perkebunan ini.

Kayo Aro merupakan persinggahan para pendaki sebelum berjuang menaklukan atap Sumatra. Tidak mengherankan di sini banyak homestay bertarif murah. Sepanjang perjalanan Air Terjun Teluh Berasap kita akan dimanjakan dengan pemandangan kebun sayur yang indah. Dan menjelang sore hawa di sini sangat dingin jadi disarankan untuk membawa baju hangat dan jaket.

Sebetulnya banyak lokasi yang bisa dijelajah di perkebunan teh ini namun karena kabut datang lebih awal saya memilih duduik di kedai kopi atau warung makanan.

Rincian Harga :

  • Travel Padang - Kerinci  : Rp 120.000,-
  • Makan Siang : Rp 20.000,-
  • Tiket Masuk Air Terjun : Rp 5.000,-
Estimasi pengeluaran di Hari 1: Rp 190,000

Hari 2

Untuk memaksimalkan perjalanan pagi-pagi sebelum matahari terbit saya bergerak menuju kota Sungai Penuh. Dulu Sungai Penuh adalah ibukota Kabupaten Kerinci. Namun setelah pemekaran wilayah kota Sungai Penuh dan kabupaten Kerinci memiliki wilayah administratif yang yang berbeda.

Setelah sampai di kota Sungai Penuh saya menyewa ojek untuk diantar ke Bukit Khayangan. Sebuah bukit dengan pemandangan seluas 270 derajat. Dari puncak bukit yang di kelilingi perkebunan sayur dan kayu manis saya dapat melihat gugusan Gunung Kerinci, Kota Sungai Penuh dan Danau Kerinci. Jika kamu punya waktu lebih saran saya naiklah lebih tinggi ke Ranah Kayu Embun. Di atas sana terdapat perkebunan sayur dengan pemandangan indah yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Di kota Sungai Penuh banyak tempat sarapan tapi sebelum menuntaskan rasa lapar sebelum sampai di pasar singgahlah sejenak ke penggilingan kopi milik haji Nur. Penggilingan kopi ini digerakan dengan kincir air.

Usai menuntaskan rasa lapar dan sarapan saatnya berkemas untuk berkemah di Danau Kaco. Tapi jangan lupa sepanjang perjalanan menuju danau banyak masjid yang dapat dikunjungi seperti Masjid Agung Pondok Tinggi, Masjid Kuno Kota Tua dan Masjid Keramat Lempur Mudik. Keunikan masjid di Kerinci adalah desain atapnya berbentuk limas dengan ornanen eksterior yang menggunakan ukiran warna-warni.

Namun momen yang tidak boleh terlupakan menikmati makan siang di pinggir Danau Kerinci dengan menu ikan semah. Ikan semah merupakan ikan endemik karena populasinya yang sedikit harganya lumayan mahal tapi sebanding dengan rasanya . Banyak rumah makan di pinggir danau yang menyediakan menu ikan dengan beragam olahan mulai dari dipanggang, digoreng dan digulai.

Sesampai di Desa Lempur saya mengunjungi kampung tua dengan bangunan rumah panggung tua. Di daerah ini terdapat juga Danau Lingkat yang kental dangen legenda dan cerita mistis.

Jelang sore saya mulai trekking menuju Danau Kaco yang berada di di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Memasuki kawasan TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) seperti memasuki hutan-hutan lebat di Amazon. Pohon tinggi menjulang dengan jalan berlumpur menjadi sensasi yang tidak terlupakan. Belum lagi harus menerabas sungai berarus deras.

Pada akhirnya perjalanan penuh tantangan selama 2 jam penuh diganjar dengan danau berair jernih hingga ke dasar. Karena aksesnya yang susah tak banyak orang tahu tentang keindahan danau yang konon terdapat harta karun di dasarnya.

Meski jernih dasar danau ini tetaplah menjadi misteri karena tak ada orang yang pernah menggapai walau menggunakan peralatan selam. Malam ini saya melewati malam sepi di sisi danau bersanding dengan alam.

Rincian Harga :

  • Makan Pagi dan Siang : Rp 75.000,
  • Menyewa perlengkapan camping, menyewa poter dan penunjuk jalan: Rp. 300.000,
  • Belanja Logistik keperluan Camping : Rp. 200.000,
  • Menyewa Motor : Rp 75.000,
Estimasi pengeluaran di Hari 2: Rp 650,000

Hari 3

Sebelum matahari tinggi kembali ke trekking menuju Desa Lempur lalu melanjutkan perjalanan ke kota Sungai Penuh. Jangan lupa membeli oleh-oleh khas sirup kayu manis dan dodol kentang yang banyak dijual di pinggir jalan.

Karena ini hari terakhir saya memanjakan diri dengan wisata kuliner. Sebelum kembali ke kota Padang singgahlah ke Soto Semurup untuk menyantaph soto kuah bening berbumbu rempah dengan isian daging garing renyah. Masih di lokasi yang sama ada sumber air panas bisa dijadikan tempat rileksasi otot sejenak usai trakking.

Selesai berendam air panas saya melanjutkan perjalanan ke desa Siluak Deras untuk menikmati Dendeng Batokok. Memang apa bedanya dendeng di sini dengan dengan si Sumatra Barat? Dendeng di sini dipanggang dengan kayu manis sehingga aroma dan rasanya berbeda dan unik.

Perut kenyang, hati pun riang dan kini saatnya pulang. Meski bisa pulang dengan penerbangan Kerinci-Jambi tapi saya memilih menggunakan jalan darat ke Padang dengan menggunakan travel. Selain lebih murah, masih terkejar penerbangan terakhir Padang-Jakarta.

Rincian Harga :

  • Makan Pagi dan Siang : Rp 50.000,
  • Menyewa Motor : Rp 75.000,
  • Travel Kerinci Padang : Rp 120.000,-
Estimasi pengeluaran di Hari 3: Rp 240,000

Total Pengeluaran: Rp 1,080,000

Tips-tips

  • Selama di Kayu Aro  dapat berinteraksi dengan warga lokal atau para pendaki.
  • Agar tidak teresat menuju Dana Kaco gunakan pemandu lokal.
  • Agar tidak kehabisan tiket travel Kerinci-Padang , pesan satu hari sebelum keberangkatan.

Bagikan:

Komentar

admin's picture

admin

Fivestar Rating: 
4
Your rating: 4

good

admin's picture

admin

Fivestar Rating: 
4
Your rating: 4

good

Tulis Komentar